Pages

Tampilkan postingan dengan label about curcol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label about curcol. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 September 2017

Terimakasih

Untuk Februari 2015 yang tertunda....

Konser Sheila On 7, barusan...😀😃


Thanks for this...

Masih dengan band kesukaan yang sama, lagu yang sama, tapi dengan waktu, tempat dan keadaan yang berbeda...😀

Setidaknya, sekarang tidak ada hujan badai yang membatalkan konser.. Hhahaha😂

Selamat menunggu malam, semoga es batu tidak memberikan efek dingin. Cukup efek sejuk untuk menyegarkan malam dan melegakan kerongkongan...

Selasa, 11 November 2014

Nyinyir tentang Cinta


"..... dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir...."

Familiar donk dengan ungkapan itu?? Yap, bener banget itu adalah kata-kata pamungkas dari seorang Ti Pat Kai sang kakak kedua, murid dari Biksu Tong, yang ikut jalan ke barat mencari kitab suci. Muka kayak Pigy, perut gendut kayak gentong, hobi makan, sok keren, padahal mah cemen. hahaha. Tapi bukan itu yang mau gue bahas kali ini, gue akan ngebahas tentang Cinta, yap C. I. N. T. A.

Gue expert dalam hal cinta? nggak juga, bahkan gue buta dengan cinta, walhasil gue jadi nabrak-nabrak sampe tersesat ke kantor kejaksaan, masuk Alfamart, keluar ketemu Indomaret (biasa, kan tetanggaan nih bedua), ujung-ujungnya terdampar di kedai kopi. Haapppaaalaaahh... Butanya gue dengan cinta, sampe gue bikin definisi sendiri tentang cinta semau isi perut gue. hahahaha

Kalau sii Pat Kai bilang derita dari cinta itu tiada akhir, kalau gue bilang indahnya cinta itu tidak berujung. Why? Kok beda? Ya iya lah beda, gue bukan Pat Kai, tapi Dewi Quan'im. hahaha. Kalau disuruh mendifinisikan cinta, mungkin cuma satu kata yaitu "Kamu" #tsaaahhh ga gitu juga kali, gue lagi ngalay, maapin gue. Gue bukan orang yang gampang jatuh cinta, men! Dari kecil gue emang udah dicekokin pilem kolosal, sehingga gue tau kalau Mantili itu cuma punyanya Brama Kumbara, Farida cuma cinta sama Sembara, dan ada Nyi Pelet yang ga pernah berhenti ngejer Kang Mas Sanjaya. Ada Kalagondang yang suka ngegombalin Mak Lampir. Dan yang pasti ada Rama yang selalu mencintai Sinta. begitulah kira-kira yang gue dapet dari pilem kolosal. Sampai akhirnya gue menemukan sebuah kesimpulan bahwa cinta itu hanya setia pada satu hati. 


Gue ga pernah merencanakan gue harus menjatuhkan cinta ini kapan dan kepada siapa. Karena gue tau kalau cinta itu punya gravitasi, dia bisa jatuh di hati siapapun. Dulu gue mikirnya, kalau gue jatuh cinta nanti pasti orang itu yang bakal menemani gue sampe mati. Statement Rahul di Kuch-kuch Hota Hai itu udah mendarah daging kayaknya di tubuh gue "Manusia itu hanya hidup sekali, mati sekali, jatuh cinta sekali dan menikah pun sekali". Gue ga pernah mau salah dalam hal jatuh cinta. Karena gue cuma mau mencintai sekali aja dalam hidup ini, tapi teori itu terbantahkan dengan kenyataan. 

Salah satu kakak pertama di SMA gue sukses bikin gue Kuch-kuch Hota Hai (kalau pernah nonton ini, tau lah apa arti Kuch-kuch Hota Hai). Lama gue perang batin, logika gue bilang "jangan dulu jatuh cinta, Nay" tapi hati gue bilang "Kita ga pernah tau kapan kita jatuh cinta dan kepada siapa, kalau memang sudah saatnya, akui saja kalau kamu jatuh cinta, aku ga bisa kamu bohongi, Nay". Hampir gila sendiri gue menyaksikan perang batin itu, antara logika dan hati, benteng pertahanan gue mulai rapuh, agak-agak keropos gitu, debunya mulai beterbangan. satu persatu semen betonnya pecah, batanya mulai keliatan, lebur dan runtuh. Iya, gue jatuh cinta sama dia, kakak kelas gue yang-gue-juga-ga-tau apa dia juga cinta sama gue. hahahaha. (pendem terus perasaan, kayak nahan kentut. sakit peruuuutt). 

Tapi kisah cinta pertama gue yang kayak monyet ini emang harus berakhir dengan monyet. Bukan, ini bukan pernyataan patah hati, walaupun sebenernya gue patah hati sepatah-patahnya. Gue menganggap cinta pertama gue yang kayak monyet ini adalah cinta mati. Cinta yang berujung pada pembunuhan, yang salah satunya harus mati atau dianggap mati, at least. Terlalu kejam ya pengandaian gue? Ga sekejam tusukan dari belakang kok. hahahaha. Relakan dia bersama saudaramu yang lebih membutuhkannya dibandingkan dirimu yang bisa melakukan semuanya sendiri. Gue bisa apa? Gue bisa apa kalau saudara gue sendiri lebih menarik baginya... Hiks *peres keringet dan aer ingus*. Ga mungkin donk gue harus mengorbankan ikatan persaudaraan dari jaman belom dilahirin sampe gede bareng2 hanya demi cinta pertama yang kayak monyet (read: cinta monyet)? Lupakan, walaupun ga mungkin terlupakan. Kalau dari dulu udah ada lagunya Cita Citata, mungkin gue bakalan nyanyi itu terus siang malem. Pas lagi asik-asik shampoan bahagia, mata pedih, mau disiram air, kaki kepentok sudut bak mandi, gue langsung nyanyi "sakitnya tuh di sini, di jempol kakiku". Atau mungkin ketika gue tertidur dan bermimpi melihat mereka berdua bersatu, gue pun lari-lari ke padang pasir kayak di pilem India, pas Anjeli lari-lari di gurun pasir pas pilem Kabie Kushie Kabie Gham, terus tetiba Rahul muncul dari balik Piramid, tapi sayangnya dimimpi gue yang muncul sii monyet dan akhirnya gue jatuh dari tempat tidur, kepala gue kepentok dipan, gue langsung nyanyi "sakitnya tuh di sini, pas kena jidatku" dan masih banyak lagi absurd moment yang mungkin gue alami. Ga ada bedanya gue dengan pilem india, susah seneng joget-joget sambil nyanyi-nyanyi satu kabupaten.

Begitulah akhir cerita cinta gue yang nista. Sukses bikin gue mengunci rapat-rapat hati gue yang sebenernya emang ga ada yang mau ngebukanya. (edisi GR) Lama cuy gue nutupnya, sampe gemboknya udah karatan di sana sini (itu hati apa peti harta karun? debu di mana-mana). Gue ga under estimate sama makhluk yang berjenis kelamin lelaki, gue cuma mati rasa aja sama mereka. Ga terbayangkan kalau gue harus nelen pahitnya jatuh cinta lagi, yang kemaren aja masih melekat erat banget di pangkal tenggorokan pahitnya, ga mau nambah pahitnya, apa lagi kalau sambil makan pare. Pahit amat lah idup gue. Kalau ditanya apa gue udah memafkannya, gue bingung jawabnya, kayaknya ga mau jawab deh. Gue bukan pemaaf, tapi gue juga bukan pendendam. Untuk memaafkan itu kayaknya susah banget, tapi gue ga pernah berniat buat membalasnya, karena gue bukan pendendam. Bukannya kalau dendam harus dibayar tuntas?? Gue ga pernah berniat membalas apapun kepada siapapun, resiko gue karena gue memilih untuk jatuh cinta. Jatuh cinta pada orang yang hanya memberikan harapan palsu. Iya, intinya gue di PHP-in lah. Udah expert banget gue dalam dunia PHP.

Berjalan hidup gue tanpa adanya cinta pertama gue yang awalnya gue harap bisa jadi cinta terakhir gue (nastra banget harapan gue, ga realistis ah!!). Sampai akhirnya gue bisa membaca gelagat-gelagat pria yang mendekat, apakah ada maksud yang tulus atau hanya modus. Banyak orang-orang yang gue temuin dengan ciri-ciri yang begitu. Akhirnya gue menemukan sebuah teori baru yang gue rumuskan setelah perjalanan panjang gue ikut Sun Go Ku buat nyari dragonball sampe ketemu Picolo di planet Namec. Akhirnya gue menemukan ini, bahwasanya sifat dasar lelaki adalah penggombal ulung dari kapan tau, sedangkan sifat dasar cewek dari jaman prasejarah adalah keGRan (gue ga tau tapi sekelas Pithecanthrophus dulu pernah mengalami yang begini atau ga), dan jika keduanya bertemu, maka akan timbul suatu hasil yang disebut PHP. mari kita lihat rumusannya

  • cowok bawa kegombalan (CoGo) + cewek bawa kegeeran (CeGe) = PHP
Untuk mencari persenan sakit hatinya tinggal dikali 100% aja, Tinggal itung aja berapa persen sakit hati yang di rasa. Perlu contoh soal??

Kalau CoGo besar tapi CeGe kecil, maka kemungkinan PHP akan kecil, sakit hati bisa diabaikan persennya. Tapi kalau CeGe ikutan besar, maka PHP besar, dan ketika dikalikan persenan sakit hati, mungkin akan sakit hati 100 %

Rumusan yang aneh ya?? Ahh, mungkin saja nanti rumusan itu akan terpatahkan dengan rumus-rumus canggih lainnya.

Oke, masa SMA gue habis dengan memendam rasa rindu, sayang dan sakit. Cukup.!! Bilangan tahun baru bisa benar-benar menghilangkan ingatan tentang dia. Kalau ditanya apa ada yang lain? Bisa iya, bisa ga. Kalau Adera bilang lebih indah, itu bisa jadi iya. Cinta pertama gue yang kayak monyet tergantikan oleh cinta yang lebih manusiawi. Seenggaknya gue merasa dicintai, bukan diabaikan. hahaha (Sedih amat yak??). Sebelumnya gue udah sering lihat signal-signal radar pengintai yang masuk, tapi buru-buru gue musnahkan radar pelacak yang berniat melacak isi hati gue #tsaaahhh. Tapi radar satu ini gue biarin menyelinap, gue cuma mau tau dia nyari apaan di benteng pertahanan gue. Sampe akhirnya tepat di depan pintu rahasia yang terkunci dengan gembok yang karatan, dia berhenti dan tidak bergerak. Tiba-tiba ada tenanga endogen dari dalam pintu itu yang memaksa membuka gembok perlahan. Welll signal itu ditangkap baik oleh signal gue. Gue bengong donk!! Speechless dan ga nyangka. Eh elu, sapa lu yang udah ngobrak ngabrik sistem pertahanan gue?? 

Gue jatuh cinta lagi, cinta yang lebih manusiawi. Ada raih yang meminta sambut, ada kasih yang meminta diterima, gue pun bilang terimakasih. Terimakasih untuk rasa yang mati suri, tidur terlalu lama. Meluruhkan segala dendam dan amarah, cinta yang ini yang membuat gue mau memaafkan cinta pertama gue yang kayak monyet. Mencair, dan menjadi sang pemaaf, bahkan jadi sang pelupa. Gue sukses lupa kalau gue pernah sakit hati sesakitnya, sampai patah hati sepatah-patahnya. Dan gue bisa bilang "selamat untuk cinta kamu, aku pun sudah bersama cintaku". Jijik bacanya? Gue juga pas sadar, jijik juga bacanya. hahahaha.

Cinta itu yang mengajarkan gue untuk lebih tegar, lebih dewasa. Sampai akhirnya gue sadar, apa pun yang terjadi pada kita, jangan pernah menyalahkan cinta, karena cinta tak pernah salah. Gravitasinya yang membuatnya jatuh di hati siapa pun, tanpa tau kapan dan pada siapa. Cinta lahir dengan keikhlasan, bukan paksaan. Mungkin dulu gue terlalu memaksa untuk mencintai dia, sedangkan dia tidak bisa ikhlas untuk mencintai gue (amsyoooong banget kan gue) mana mungkin itu bisa disebut cinta. Sekarang gue mencintai dia tanpa harus memaksa. Sedangkan dia, dia dengan ikhlas menghapus jejak-jejak cinta monyet gue. Konyol?? Apa ini cinta?? Seenggaknya untuk saat ini, itu yang gue sebut cinta.

Terlebih untuk bunda gue, bunda yang melahirkan gue dengan taruhan nyawa, membiarkan gue hidup dan merasakan cinta. kasih sayang bunda yang sekarang gue sebut mama, cintanya yang ikhlas membuat gue bertahan sampai sekarang, walaupun jalanan yang gue lewatin ga seaduhai body Juwita Bahar. Mama sama papa bisa bersatu sampai sekarang karena adanya keikhlasan cinta di antara mereka, dan gue hidup di tengah-tengah keluarga yang penuh cinta. gue ga mau cinta ini tumbuh karena paksaan, gue mau ini semua tumbuh dan hidup karena keikhlasan.






Mereka, sahabat-sahabat gue (gue siih yang ngaku-ngaku sahabat mereka, kalau mereka ya belom tentu, hahahaha), mungkin akan tertawa mendengar esai konyol gue tentang cinta. Terlalu picisan dan menggila. Tak apa, ga akan ada kalian yang normal kalau ga ada gue yang gila. Ga bisa dipungkiri, persahabatan kita ini bertahan karena cinta, kan? Ada kalian yang ikhlas menerima gue sebagai sahabat kalian dengan segala keanehan gue, dan ada gue yang ga pernah merasa terpaksa menerima kalian di sekeliling gue.



Cinta terbesar yang ga bisa dikalahin oleh cinta manapun adalah cinta dari yang Maha Cinta. Allah SWT. Karena cintaNya yang begitu besar untuk seluruh makhlukNya, kita diciptakanNya lewat cinta orang tua kita, sampai kita akan merasakan juga cinta kepada dia, dia yang akan menemani kita untuk menjalani cinta yang dipersembahkan kepada pemilik cinta. Terimakasih Allah...

Gue berbicara tentang cinta, karena gue terlahir atas nama cinta, gue hidup dengan cinta dan akan kembali pada sang pemilik cinta. Dari keseluruhannya yang perlu digaris bawahi adalah "Cinta itu keikhlasan, bukan paksaan"




Senin, 06 Oktober 2014

Aku, Bu Jum, dan Perut yang Berantakan


Well, hari ini tuh hari yang apa banget jilid dua dalam sejarah hidup gue #etdah

Seperti biasa, gue, Nia. Seorang manusia yang ditakdirkan terlahir sebagai seorang perempuan yang  secantik putri khayangan, beranjak menjadi balita yang lucu dan menggemaskan, terus tumbuh menjadi anak yang ceria dan pintar (tsaaaah), tahun demi tahun tumbuh menjadi remaja dengan kealayan khas anak SMP pada umumnya dan gue pada khusunya, beranjak pake putih abu-abu dengan kerudung compang camping, sekarang menjadi eks mahasiswi yang merasa dirinya masih muda dengan tingkat kemalasan yang kembali pada keadaan SD (seperti-mencuci-kaos-kaki-ketika-stok-sudah-habis-karena-ga-dicuci-seminggu). Ya begitulah keadaannya, yang lebih ga banget lagi adalah gue itu orang yang perfeksionis aslinya, melakukan apapun dengan niat yang suci meskipun realisasinya itu besoknya, lusa, minggu depan atau mungkin H-1 deadline. Itu lah gue. Dengan tingkat keyakinan 99,9 % untuk hasil yang perfect. Mimpi gue indah banget!!! #maboookk.

Hari ini gue mesti nyelesain modul yang gue bikin. Tercatat di deadlist gue sih dari bulan kemaren. Cuman ya itu tadi, kenapa mesti ada kosa kata “nanti lah, tanggung, masih lama juga, ah gampang”. Jujur gue paling ga demen sama statement-statement perusak macam itu, tapi apa daya, gue menikmatinya. Sama kaya gue cinta sama lo, udah tau lo itu kesalahan, tapi masih aja gue cinta sama lo, yang begini gue sebut kesalahan terindah #ehh #abaikan

Walhasil, gue mesti stripping ngejer setoran. Selain emang tuntutan, ga munafik juga kalo gue emang ngejer honornya... hahahaha, kali ini gue matre dah. ^^

Kisah ini sebenernya bermula dari tamu bulanan gue yang mulai betingkah. Secara umum, seperti yang kita tau, yang namanya tamu itu yah kudu tau diri lah ya. Betamu ga usah lama-lama dan jangan juga buru-buru pulang, mana tau yang punya rumah lagi nyiapin makanan atau minuman yang menggiurkan. Hmmm selayaknya tamu aja lah ya. Tapi tamu gue kali ini beda. Gue emang terkenal agak sensitif dengan yang namanya siklus bulanan istimewa bagi wanita ini. (emang terkenal di mana? #abaikan). Boleh dibilang, mens gue aneh, sama kaya gue, aneh! Kenapa gitu? Karena mens gue ga kaya wanita pada umumnya. Beberapa bulan ini gue mens secepet kilat, men! Kaya mimpi. Hari ini mens, besok udah sholat lagi! Kalo ibarat monopoli, ini yang namanya penjara hanya lewat. Gue agak kasian sama penjual pembalut, kan berkurang satu consumernya.#ehh  Meningkat sedikit paling lama gue mens 3 hari. Gue ga ambil pusing sih, menurut gue ga apa-apa kali ya, lebih cepat lebih baik. Lebih cepet juga gue sholat. Untuk yang kali ini, ini adalah mens gue yang heboh-hebohan. Terhitung dari 15 September kemaren gue mulai ga sholat, dan sampe sekarang gue masih ga sholat (itung aja sendiri berapa lamanya). Hal ini membuat nyokap gue parno. Tau ga apa yang dikomen nyokap ke gue? Gini nih..
Mama    : eh kamu lama banget halangannya? Jangan, jangan..
Gue        : kenapa mah?
Mama    : kamu jangan tinggalin dzikir ya, kalau mau keluar rumah baca doa, masuk WC juga baca doa.
Gue       : lah iya mah, ga pernah tinggal, emang kenapa sih, mah? Kok jadi parno gini, biasa lah mah itu pengaruh hormon, wajar aja.
Mama    : ini ga wajar lho, kamu harus berobat!
Gue       : *curiga* *mikir* (agaknya gue mau dirukiyah)

Oke lah, berhubung hari Minggu kemaren lebaran, ga bakal ada dokter praktek yang buka. Lebih-lebih dokter langganan (Woelaaahh langganan, lu kate tukang sayur???) jadi gue yakin hari ini mungkin gue bakal diboyong ke dokter, atau mungkin ke tempat rukiyah. Hhehehe. Berhubung sekolah tempat gue ngajar masih libur, seperti biasa gue masih leyeh-leyeh belom mandi sambil ngerjain deadlist gue. Nyokap ternyata pulang cepet dari sekolahnya, gue rasa karena masih suasana lebaran, mungkin guru-gurunya masih mau nyate. Ga lama nyokap balik, gue denger ada suara motor masuk ke halaman rumah gue, yah mungkin temen mamah kali ya. Kalau temen gue ga mungkin, karena kalau mau pada dateng pasti udah bikin janji dulu sama gue (berasa artis). Ternyata bener dugaan gue, gue sii denger ada yang ngobrol-ngobrol gitu di ruang tengah. Ga lama dari itu nyokap manggil gue, gue pun keluar kamar dengan kekucelan khas babuk panggilan. Iya, gue kalau di rumah lagi libur, penampilan gue ga jauh beda sama upik abu. Kucel, jelek dan dekil, persis kaya upik abu, siapa sangaka kalau malem sebelum jam 12 gue kecenya kaya cinderella bersendal jepit. Hahaha. Gue pun keluar kamar, dan ternyata tamu nyokap gue adalah Bu Jum. Tukang urut baru langganan emak gue yang dateng seminggu yang lalu. Bu Jum sukses menggeser kedudukan mbah selawe yang udah lama jadi tukang urut langganan rumah gue. Gue nyengir, sambil mikir (ni Bu Jum mau ngurut sape lagi dah, pan emak udah minggu lalu). Nyokap tanpa basa basi langsung nyuruh gue ganti kostum ala-ala orang jaman dulu *skip bagian ini*

Well... ternyata gue yang bakal diurut. Is there something wrong with my self? Ga jauh-jauh ya gegara halangan gue yang zupperrr lama dah. Gue pun masuk ke kamar depan, gue berasa mau masuk kamar operasi. Deg-degkan dengan sukses, dengan modal muka memble gue baca segala-gala surat pendek yang gue apal dari juz 30. Bayangan Bu Jum menggerayangi badan gue mulai nampak nyata. Issshhhh...

Kejadian kejadian absurd mulai bermunculan. Bu Jum baru mulai pegang kaki gue, dan gue udah mulai ketawa-ketawa. Bu Jum kaget “Lah, kok malah ketawa? Kan belom diapa-apain?” gue tambah kenceng ketawanya. “Ibu, kalau Ibu mau tau, saya ini ga pernah diurut, terakhir diurut tuh kelas dua SMA pas balik dari kemah Pramuka”. Iya, terakhir gue diurut pas gue kelas 2 SMA, pulang dari Kemah Nasional di Jatinangor, Jawa Barat. Kemah Pramuka terasyik, dengan paket wisata tiap hari secara selundupan. Ya, itu kelakuan gue. Kemah yang mempertemukan gue dengan kakak panitia yang jutek dan nyebelin, tapi ujung-ujungnya nanya nomor hape gue, #tsaaahhh apa banget dah lu, Nay. Hmmm di mana lah kakak yang namanya Bentar Bara Gencar itu. Nama yang cukup fenomenal dan menggelegar jagat kawah candradimuka itu. Hahaha . Sempet maen kucing-kucingan karena gue 3 hari berturut-turut ikut paket wisata, aaahhh lucu. Untung gue ga jatuh cinta sama tu kakak panitia, hal ini mementahkan scene FTV yang bercerita tentang cinta bermula dari awal kucing-kucingan atau benci-bencian. #ehh. Pramuka emang keren, sekeren cinta pertama gue yang kaya monyet, eh bukan, maksud gue cinta pertama gue yang kemonyet-monyetan, upss ga, gini maksud gue, cinta pertama gue yang mirip monyet. Huft.. gitu lah pokoknya. Cinta pertama gue di Pramuka, cinta pertama gue itu kaya monyet. #laaahhh. Ga bener!!

Eehhh, jadi ngelantur kan, padahal kan mau cerita hal absurd saat gue diurut. Lanjut, gue mulai berdoa dalam hati supaya otot-otot gue yang ga seberapa itu perlahan mulai relaksasi dan ga selalu tegang kaya biasanya. Haaallllaaamaaaakkk.... sakit sii ga, tapi geliiiinya itu kagak nahan. Kalau sakit, sesakit apapun itu masih bisa gue tahan, karena gue udah terlatih sakit hati dan raga #woellah tapi kalo geli, sumfeeeh dah miapa, miayam, mioyeng mimimimi.... gue ga bisa nahaninnya. Gue spontan ketawa sengakak-ngakaknya, gue rasa lebih aduhay suara gue dibanding tante kunti. Bu Jum yang ngurut gue jadi bengong, terus doi bilang “selama ini tiap ngurut cewek pasti triak sampe nangis kesakitan, tapi ngurut sii Nia ini kok aneh yah, malah ketawa ngakak gini” eehhh doi ikutan ketawa juga. Gue yang emang dari tadi ketawa ngakak sempet-sempet jawab “kalo sakit, Nia ga bakal bersuara Bu, fokus buat nahan sakit. Tapi kalo geli, ya begini dah jadinya, ketawa mulu”. Bu Jum makin ngakak “Ya udah, ketawanya udahan dulu, nanti oto-otot perutnya tambah kenceng”. Gue yang masih sibuk ketawa bilang “ya udah, ntar dulu bu, jangan diurut dulu, Nia mau ketawa dulu sampe puas”. Bu Jum Cuma geleng-geleng kepala, mungkin gue emang satu-satunya pasien doi yang aneh. Hahahahaha. Bu Jum mulai menekan perut gue, alamaaakk sakeeeettt yang ini. tapi gue coba tegar dan bertahan kaya si Rossa dan Rama. Buat menambah dramatis keadaan gue, gue menambahkan efek-efek suara untuk mewakili suara perut gue yang ditekan Bu Jum. ketika doi menekan perut gue, gue spontan mengeluarkan suara "ngik". doi mulai menekan dan gue bilang "ngik", berkali-kali ibu Jum menekan, berkali-kali juga gue bilang "ngik". sampe akhirnya Bu Jum berehenti, dan berkata sambil tertawa "kok ada ngik ngik nya segala sih Nia?". gue ikut tertawa, gue bilang aja biar ada efek dramatisnya aja kok Bu (padahal mah nahan sakiiiittt...euuhhh)

Tertawa ngakak gue mulai teredam, gue harus serius, karena ada nyokap masuk ke kamar ngeliatin gue. Gue harus fokus, iyak fokus (lu kate mau ujian, Nay?? Whatever!!). Bu Jum bilang “ ya ampun, ini perut anak cewek kok gini amat ya?”. Gue bengong, what happen sama perut gue? Isinya berantakan kata Bu Jum. Etdaaahhh, berantakan gimana ini?? Gue mulai mikir jauh, imajinasi liar gue makin liar kaya kuda atau banteng matador. Yang ada dipikiran gue, isi perut gue tabur tayar kaya abis tsunami, mungkin usus gue atau lambung gue udah bertukar posisi, atau mungkin hati gue udah pindah ke rongga perut lo. #eaaa . Emang perut Nia kenapa Bu? Gue penasaran. ibunya jawab "Nia suka loncat-loncat ya??" Setttt daaahhh, dikira gue anak tupai kali ya loncat-loncat. Hadeuh.... "Nia kalo naek motor pelan-pelan aja ya, polisi tidur sama jeglokan jangan diterabas semua, kasian lah perutnya" lanjut Bu Jum. Hyampyuuuuunnn Nia, Nia.

Gue bengong, jadi emang ada masalah sama perut gue, makanya mens gue ga lancar. Bu Jum juga bilang ini juga yang nyebapin napsu makan gue ilang, karena posisi perut gue yang agak turun, bikin makanan yang gue makan tertekan, naik ke atas. Jadi, makan sedikit aja udah kenyang. Akibatnya gue jadi males makan. Gue ber’oooo panjang "pantesan ya Bu, badan Nia kurus banget kaya lidi, kaya orang kurang gizi". Bu Jum senyum “Badan Nia ini ga kurus, siapa yang bilang kurus, cewek-cewek kan pengennya punya badan yang kaya gini. Cuman mungkin karena ada masalah diperutnya makanya napsu makannya ilang, keliatan agak kecil aja. Kalo udah sembuh kaya biasa lagi, nanti badannya bagus lagi, pas sama tinggi badannya”. Syaellaaahhh, nyes banget kata tukang urut baru nyokap ini, belom tau aja doi, kalo ini badannya Julie Estele. Kalo agak gendut lagi kaya biasanya, udah deh, Manohara dijilbapin.. hahaha *ngayal babuk*.

By the way, lama kelamaan gue ngerasa enak diurut, berasa di spa kalo kata si cunul (wait, Cunul?? hahaha). Tau gini, gue ngacir bentar ke kamar ngambil peralatan wanita gue, yang lama gue simpen (iyapp, gini-gini gue punya lulur, masker, body butter, conditioner, yah pokoknya perlengkapan wanita pada umumnya, wanginya juga macem-macem, wangi cokelat gue paling suka, sampe takut kalo lewat depan orang bisa digigit gue.. hahahaha) lumayan satu jam setengah diurut sama Bu jum. Ibunya asik, walopun ga sepengomong mbah selawe. Hahahaha... recomended dah Bu Jum ini buat orang se-Kotabumi, kalo ada yang minat bisa chat me dah, ntar gue kasih CPnya.

Ada tips lagi nih buat yang mau cari tukang urut, tanya aja dulu sambil ngobrol, doi bisa ngurut karena keturunan atau belajar. Kalau karena belajar, gue jamin lu bakal sakit semua badannya, karena ga alami ngurutnya. Sama kaya cinta yang muncul karena dipakasa untuk mencintai, hasilnya ga bakal maksimal, cinta yang ada juga jadi kaya formalitas doank, cinta tanpa rasa. Beda sama cinta alami yang natural, kaya cinta gue ke lo #curcol mode on. Hahaha. Nah Bu Jum ini emang keturunan, makanya doi paham banget anatomi yang ga beres di dalam tubuh pasiennya.

Selesai urut, gue disuruh minum jamu-jamu tradisional. As an usual, ga jauh-jauh dari kunyit asem lah. Macam kiranti gue rasa. Mama mulai sibuk nyiapin semuanya. Oke lah cukup absurd untuk hari ini, cukup apa banget, dan cukup membuat perut gue lumayan oke. Apa yang gue tulis berdasarkan fakta dan realita yang ada, kalo ada manfaatnya ya syukurlah, kalo malah bikin lo yang baca bete, gue minta maaf dah.

Buat kak Bara, Bentar Bara Gencar maksudnya ya, bukan Bernard Batubara, punten atuh kak moga ga baca ni tulisan (lagi pula gue rasa kakak ini ga bakal inget gue lagi). Iya gue sebel banget sama lo. Hahahaha. Buat cinta pertama gue yang kemonyet-monyetan, thanks yak udah ngajarin gue arti setia, setia ga bisa move on dari lo bertahun-tahun, sampe gue harus sakit banget liat lo jadian sama sodara gue sendiri yang gue kenalin ke lo. Buat cinta terakhir gue, jangan marah atau jealous sama cerita aku ya, ini bagian dari scene yang bakal kita tertawakan bersama saat kita menikmati kopi sore di bawah guyuran hujan seksi. #etdahhh #cocweet

Buat yang udah empet baca tulisan ga penting ini, nuhun sareng punten pisan yah. Nuhun udah dibaca, punten udah bikin bete. Hehehe

See ya...

Minggu, 07 September 2014

Curhat Colongan Eks Mahasiswa Keguruan

Alowhaaaa...
Long time no post, berapa bulan gue off dari ini blog yang udah sudi nampung semua spam gue? Hahaha
Sampe-sampe pas baru login, debu beterbangan, makhluk-makhluk kecil keluar dari laptop gue, sawang di mana-mana, sampe tarantula mbahnya laba-laba yang keluar. Mungkin saat gue lama ga menziarahi ini blog, makhluk-makhluk arthropoda itu udah bikin ekosistem dan habitat di blog gue. (Lebay iiihhh)

Well, bukan Nia namanya kalau nongol ga bawa kabar heboh. Seleb kali ahh.. Yah,, walaupun gue tau ni blog terlupakan jarang ada yang sudi mampir, tapi ini page gue, laman gue, tempat gue muntahin sampah-sampah yang kalau dibuang sayang. Lumayan kalau bisa didaur ulang, sapa tau ada yang lagi bahagia, terus tetiba mampir di blog ini, kebahagiannya jadi hilang seketika berganti dengan kesedihan yang luar biasa #ehh hahaha

Selayaknya seorang guru pemula pada umumnya, yang belom diangkat, yang belom banyak pengalaman mengajar, yang masi bodoh dengan dunia perguruan, yang masih seneng dipanggil siswa-siswinya Miss Nia, yang masih susah dibedain mana guru dan mana siswa (Silahkan muntah), yang masih suka tanya sana sini tentang cara menghadapi siswa, yang masih suka pake bahasa gaul di kelas, yang sering bosen kalau bel istirahat atau pulang belom dipencet-pencet juga sama petugas TU, yang jajannya masih suka barengan sama siswa (masalahnya di mana??), yah pokoknya yang yang yang itu dah. Yang paling ketje dari guru-guru diatas 40 tahun... hahaha Iya, itu gue, pokoknya kalau ada yang liat cewek jilbapan dengan jilbab yang agak tabrakan dengan warna baju lagi duduk-duduk mager di ruang guru, atau lagi cuap-cuap depan kelas sebuah SMK swasta di Kotabumi, badannya tinggi, kurus kaya lidi, ga salah lagi itu Manohara pake jilbab (Read: itu Gue, Kurnia Mayang Sari) hahahaha...

Ini bermula dari kepusingan gue dengan kurikulum 2013 yang kabarnya meluluh lantakkan ketenengan jiwa para guru dan siswa, (syaaadisss paraahhh). Kalau gue pribadi sih masih biasa aja ngajarnya, yang agak luar biasa tuh ketika buka taskbook adek-adek bimbel, mbreeeewwww itu materinya tabur tayar coy, yang dari bab berapa bisa aja nongol di bab berapa, ya gitu lah intinya. Sedangkan di sekolah, gue masih pake RPP lama, RPP yang gue buat ketika jaman kuliah dulu. Bisa diketawain dunia, kalau seorang guru ngajar tanpa ada Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran. Sama aja kaya minum obat pake air, seharusnya minum obat itu pake aturan bukan semaunya.  Begitu para rapper coba menghiburku, ehh bukan begitu kata mentor kemarin yang ngisi workshop tentang pembuatan RPP K13. Setelah mengikuti workshop kilat sehari kemarin, gue udah sedikit nyambung cara bikinnya kaya gimana, walaupun selama ini banyak yang bilang "Ngapain susah-susah, tinggal download terus copaste deh, repot amat". Awalanya otak gue membenarkan statement itu, iya juga ya, hidup ini udah susah ngapain dibikin susah lagi. Tapi gue inget pesen dosen gue dulu "membuat RPP itu wajib bagi guru, kondisi sekolah berbeda-beda, buat RPP itu sesuai dengan kondisi sekolah dan bagaimana karakteristik siswa". Bisa durhaka gue ga mengamalkan ilmu yang gue punya, susah-susah turun gunung dari kampus tercinta, tapi kalau keluar dari sono ga bisa bawa perubahan mah buat apa? mau ngumpulin sampah-sampah masyarakat lagi? udah kebanyakan, men!!! Dulu aja selalu protes dengan proses pembelajaran yang gitu-gitu aja di sekolah, karena gurunya ga kreatif, masa sekarang udah jadi bu guru (belom jadi-jadi amat sih) masih melakukan hal yang sama kepada siswanya?? Motif balas dendam kah? Kalau berpikir seperti itu kapan majunya??

Banyak ilmu yang gue dapet dari workshop kemarin selain dari uang transport (ihhiiiyyy, ga muna emang alhamdulillah banget dapet uang transport..hahaha), yang paling gue inget adalah "Jadi guru harus kreatif". Yapp, kita emang kudu kreatif. Ga mesti seorang guru deh, gue rasa disemua bidang pekerjaan kita harus jadi orang yang kreatif dan inovatif. Kalau kata Bang Wadit (Wahyu Aditya) "Kreatif Sampai Mati". Kreatif beda sama plagiat. Kreatif itu perpaduan antar pikiran, hati dan tindakan. Kreatif identik dengan etika dan estetika, tapi kalau menurut gue lebih cenderung ke estetika deh. Beautiful, keindahan. Aaaciyeeee,, gue bicara tentang keindahan, mikir oyyy, kamar lu udah rapih n indah belom Nay?? *pura2 mati* #ngek

Well, sekarang gue lagi punya deadline bikin satu contoh RPP untuk satu materi pokok. Beda dengan RPP sebelumnya yaitu RPP KTSP. RPP Kurikulum 2013 ini dibuat per satu materi pokok, kalau yang kemarin kan per KD aja,  dan lagi-lagi guru hanya sebagai fasilitator saja. What? Fasilitator? Hmmm yayayaya,, meskipun di prakteknya itu ga mungkin banget, karena ga setiap anak itu memiliki kemampuan nalar yang baik, atau tingkat kemampuan berpikir kritis yang sama (pengalaman ketika gue penelitian skripsi kemaren). Ujung-ujungnya tetep aja, guru stand up di depan kelas, cuap-cuap sampe suara abis, istirahat ke kantor ngabisin air satu galon. Hmmm kalau kata orang Jawanya "Sing penting ikhlas". Mentor gue yang kemaren bilang, sebenernya guru itu yang pertama masuk surga, dengan catatan jika ikhlas dan yang diajarkan benar. Kalau kata Dosen PA gue, sang PD 2, mantan Kaprodi gue, pernah menjabat sebagai Kajur Pendidikan MIPA di kampus gue "Kita boleh salah, tapi kita ga boleh berbohong". Guru juga manusia ga lepas dari khilaf dan salah, tapi yang jujur dan mau mengakui dan ga mengulangi kesalahan itu adalah keharusan.

Taraaaa.... Udahan dulu ah curcolnya, lagi diburu deadline. Buat para teacher segalaksi Bima Sakti, tetep semangat yaa... Kurikulum 2013 ga begitu menakutkan kok... v^^v


Selasa, 05 November 2013

Merapat Di Bawah Hujan...Yuk Mariii 28 Oktober 2013

Well guys.. ini cerita gue kemarin tepatnya hari Senin 28 Oktober 2013 pas banget dengan hari Sumpah Pemuda. Iya gue sebagai Pemuda (Pemuda apa Pemudi ya gue ini???samo bae lah) memang bersumpah, bersumpah setia sampai mati kepada mu #lholho. Anyway, teteplah bertanah air satu, bangsa satu, dan bahasa satu. Kalau bahasa gue agak ragu, apakah masih bisa dipertahankan oleh anak muda Indonesia ini. Dan gue berdoa, semoga ketika para pemuda diminta untuk bersumpah, mereka ga akan bilang "cungguh??? ciyus?? miapah" oh my God.
next cerita..

Pada hari Senin itu Sheila Gank Lampung (Gue termasuk ga ya??), kalau kata si Nanda sih, gue ini Sheila Gank ikut-ikutan. Kalau kata Rianza, gue ini Sheila Gank KW. Dan kalau kata gue sendiri, gue ini Sheila Gank abal-abal yg ga lolos verifikasi berkas. Whatever that hahahaha.. gue suka ini band dari SD. Dari gue belum kenal apa itu cinta, sampai gue udah sok ngerti tentang cinta (Appa banget sih lu Nay???).
Yups.. Jadi Senin kemarin itu, salah satu SMA di Bandar Lampung, SMA YP Unila, masih ada hubungan kekerabatan yang dekat dengan Kampus gue (proudly present my almamater), mengadakan hari jadi mereka. Acara puncaknya ya kemarin, dengan menghadirkan Sheila On 7 ke Lampung. Dengan diguyur hujan-hujan seksi, gue dan Sheila Gank yang beneran larut dalam suasana yang seru (I think).

Konser Sheila pertama di Lampung dulu, gue ga ikutan nonton, secara gue dulu masih bego2nya, belom bisa bedain mana mobil angkot dan mana truk sampah. Jadi belom bisa macem-macem. Ke kamar mandi malem-malem aja masih gedor gedor pintu kamar nyokap dulu minta temenin ke kamar mandi. Apa lagi jarak dari rumah gue ke ibu kota provinsi cukup jauh ratusan kilometer gitu.

Konser keduanya baru di kota tempat gue tinggal, sekitar tahun 2005-an gitu. Ga bakal mungkin gue lupa, satu-satunya konser band yang gue datengin, yang boleh gue datengin atas izin orang tua ya baru Sheila ini. Dan itu posisinya adalah malam hari, sekitar pukul 7 malam. Gue inget banget dulu pas mau dateng ke konser itu, hujan seksi turun mengguyur Kotabumi (nama kota tempat gue tinggal, biasa disebut Kobum), gue udah cenat cenut aja, khawatir nyokap berubah pikiran dan ga ngebolehin gue dateng ke sono, padahal gue udah prepare banget beli tiket ke Radio (sponsornya acara itu).

Akhirnya izin pun turun, cau gue ke tempat konser dengan temen gue (cewek). Sip nya sampai sana ternyata temen gue ini janjian sama pacarnya, dan memisahkan diri dari gue. Dan gue?? Tinggalah gue seorangan di tengah kerumunan pecinta Sheila, di bawah guyuran hujan seksi. Gue umpetin kepala gue yang udah mulai basah di balik kupluk jacket dan gue lipet tangan gue ke depan, sok cool atau so cold?? Dingin euy, dan bodohnya gue lupa pake kets, Cuma pake sendal gunung. Celana gunung gue basah di bagian bawah kena percikan air hujan. Alamak gue lost in crowded, beneran ga ada temen gue. Mungkin kalau di lihat dari belakang, gue lebih mirip cowok bego yang dateng ke acara konser sendirian di bawah hujan, tanpa payung, ngenes ga ada temen. Lompat-lompat jejeritan sendirian. Hyampyuuunn... #nepokjidat

Sampai pada akhirnya, gue melihat segerombolan kakak kelas gue yang gue kenal sebagai kakak-kakak pasukan OSIS SMA gue. Salah satu dari mereka negor gue “Eh..lu anak SMANthree kan?? Ketua kelas X.1 kan?” gue nyengir “iya kak” terus dia nanya lagi “Ngapain?? Kok sendirian aja??”. Pengin banget gue bilang “Gue di sini mau Qosidahan kak”. Huft aneh, udah tau nonton konser masih aja di tanya.”Eh udah dek, lu gabung sama kita aja, nonton konser geh sendirian, awas diculik lu, udah gabung aja, udah pada jinak”. Agak ragu sih gue mau gabung dengan kakak kelas gue itu, tapi dari pada gue sendirian, ntar kesambet setan angong, jadi gue ikut maju aja bareng mereka. Tapi gue lebih milih berada sedikit lebih ke belakang dari tempat mereka lompat-lompat. Gilee yaa..cipratan aer dari lompatan mereka itu ganas. Ga cocok dengan gue, yang paling cantik di sono. Iya gue cewek sendirian di antara mereka. Yang jelas, pada saat itu gue ikutan nyanyi, bodo amat sama yang denger atau ga.

Hey.. sepulang dari konser itu ternyata dan ternyata ketemu orang yg emang ngajakin ke sono, tapi gue bilang ke doi, kalo gue ga mungkin nonton konser itu, karena udah yakin ga bakal dapet izin buat ke sono.
Dia bilang “Hei, katanya ga mau nonton? Katanya ga bakal dapet izin dari mama?”
>>>>>>skip<<<<<<< (sensor, bagian yang harus dihilangkan dari skenario hidup, maaf)

Well jadi 28 Oktober kemaren, de javu buat gue. Kali ini ga sendirian tapi sama temen-temen gue, tetap di bawah guyuran hujan seksi. Tetap dengan Sheila On 7. Begitu suka kah gue dengan Sheila?? Dengan pasti gue jawab iya...

Banyak cerita di balik hujan, banyak kisah di balik lirik lagu-lagu Sheila On 7. Terutama berjuta kisah tentang kamu..hahaha (stop it Nay!!!)
ini dia bang Duta

yup ga bisa maju ke depan panggung, jadi manfaatin badan doank dari belakang

see Bang Duta lagi...^^


Aku, Nanda, Della dan Rianza

sok cool apa so cold nih?? hahaha

meet n greet dulu ajah gih..

Della dan Anggun nih, bela-belain ujan-ujanin nemenin gue nonton


Kamis, 17 Oktober 2013

Hari yang "Apa Banget" ihh waau...

Masih bertemu lagi dengan pagi. Alhamdulillah.
Pagi ini lumayan bossy, bangun siang jam setengah 6 pagi WIB. Dahsyat Luar biasa, siang banget... berhubung lagi ga sholat, ya gue nyantai aja. Buka pintu kamar jalan ke toilet dengan mengendap-endap kayak maling kesiangan, langkah pun terhenti ketika ada suara bilang "anak gadis bangun kesiangan, mau jadi apa??" dalam hati gue ngejawab "Spiderman". Ga keren, kalau gue beneran jawab gitu, gue rasa sendal jepit mendarat cantik di jidat gue. Hanya cengiran bau iler yang nongol dari muka gue yang super berantakan. Cimuk udah, sigi udah. Seperti biasa gue hobi buka kulkas pagi-pagi, lapar itu kadang selalu menganiaya perut gue. Menghajar habis-habisan dinding-dinding lambung gue yang ga seberapa itu, terus dan terus menghajar tanpa ampun, sampai pada akhirnya gue harus memberikan apa yang dimau oleh perut. Ada legit, hasil jarahan gue dari rumah nenek kemaren, sambit tanpa babibu. Sebenernya gue lebih suka kue Kak Ketan, rasanya itu manis-manis asik gitu, kalau makannya agak banyakan bisa bikin kenyang, apa lagi kalau pake nasi, gue rasa bakal kenyang banget. hahaha

Hari-hari gue sekarang membosankan, rutinitas gue juga monoton. Bangun pagi, ngebabu aja, dari ga cakep sampe jelek. Makan, tidur, Nopi, online, hahahihi depan hape kayak orang bego'. Sekarang lebih spektakuler, hape itu ngebangke' noh ga ada pulsa. Hahaha bukannya ga punya duit buat isi pulsa, tapi buat apa juga diisi, ga ada yg ngehubungin ini. Kasian kasian kasian. Pulsa ga ada ya ga masalah, yg masalah ntu kalau paket internetnya yg ga ada.. Asleee Mati Gaya. *ngkak*

Aktivitas ngebabu gue setiap pagi selalu ditemenin sama musik, ternyata settingan di bb itu "Show What I'm Listening To".. So that seluruh penjuru kontak BBM gue tau musik apa aja yg lagi gue denger, termasuk lagu Main Hoon Na. Ada salah satu temen gue yang pengin banget gue akuin doi sebagai sahabat, tapi hobinya ngandasin hati gue, tiba-tiba pagi ini BBM gue bilang "pagi2 dah denger musik. *ciri2 nganggur" apa banget ini orang. Mau marah? Ga mungkin, emang faktanya gue pengangguran. Hahaha.. Nikmatin aja masa-masa nganggur gini selagi bisa, siapa tau kalau gue udah jadi wanita karir nanti, mana bisa leyeh-leyeh, mager-mager cantik kayak sekarang #nggaya, eh diamini donk.. Aamiin...

Sabtu, 12 Oktober 2013

Shocking Morning

Pagi buta udah bangun, bukan hal yg aneh buat gue, alasan klasik pengin ke toilet. Dosen gue bilang rugi banget kalo kebangun malem cuma buat k toilet, sekalian aja wudhu terus sholat malam. Oke pak saya ikuti nasehat bapak. Seperti biasa udah jd kebiasaan kalo bangun gitu walau bentar pasti gue sempetin ngintip hape, yak bisa d tebak ada aja message yg masuk, dan huft...iya gue lupa balesnya karena keburu tidur tiba2 kyk mati. #ngik
Subuh sekarang udah jam setengah 5, gue pikir ga usah tidur lagi dah, udah jam stgah 4 ini. Tapi mata gue kalah telak sama rasa ngantuk yg aduhai, gue tidur masih pake mukenah, kebiasaan buruk. Dan kebangun gegara gedoran pintu yg cukup ngagetin gue, iya itu papa kalo ngebangunin orang gaya militer.

Selasa, 10 September 2013

Sabar Berbuah Manis

Well... jadi ceritanya hari ini tuh gue dapet modem nganggur, gue buka deh ini blog yang udah penuh sesak dengan jaring laba2 dan debu di setiap sudutnya.. *kemoceng mana kemoceng*
Lumayan kenceng juga nih modem sepupu gue, kebetulan orangnya lagi ngelayap entah kemana, dan yang lain udah pada tidur, saatnya gue beraksi (terlalu maksa gaya gue kayak rampok). Gini nih kalau ortu keukeuh banget ga ngabulin maunya gue speedyan di rumah, alasannya adalah "kamu ga bakal ngapa2in lagi kalau udah keseringan ngenet". iya juga sih, bisa2 gue amnesia hidup gue di dunia nyata. hahaha
Ga gitu juga kali, buat gue dunia maya itu ya dunia maya, dunia nyata ya dunia nyata. Dunia maya itu ada karena ada dunia nyata (apasih). Yang jelas tetep tau porsi masing-masing aja antara dunia nyata kita dengan dunia maya kita. 

Well.. beberapa bulan ini gue galau, iya gue galau. Owh sungguh keramat kata-kata galau itu. gue bisa galau bebulan-bulan gegara masalah yang sebenernya simple, tapi karena takutnya gue untuk berspekulasi, hal ini sukses bikin gue kurus dan sakit-sakitan, bikin gue menjauh dari keramaian, bikin gue lebih seneng di rumah dengan selalu lapar tapi ga gendut-gendut, bikin gue lebih seneng berselancar di dunia maya, bikin gue ingin masuk ke super massive black hole... #cadas

Iyah, gue galau wisuda.. hahaha. dari ujian kompre selesai, gue harus melewati dua periode wisuda. Miris
harus denger berbagai pertanyaan yang kadang bikin hati tersayat. Alhamdulillahnya walaupun gue belum wisuda, tapi dengan pasti gue selalu bilang, gue udah selesai kuliah. Walaupun status gue masih abu-abu. hahaha

Sabtu, 02 Maret 2013

Aku itu Onet....


Siang ini matahari benar-benar menunjukkan eksistensinya sebagai bintang yang memancarkan sumber panas ekstra. Membuat keringat mengucur deras dan suasana gerah seperti dalam pemanggangan kue alias oven. Seperti biasa, Onet pulang dengan naik bus kota, walaupun padat penumpang, bus ini relatif aman tanpa pencopet. Onet duduk pas di samping ABG berseragam putih abu-abu, tidak terlalu tinggi dan menggunakan kacamata dengan frame yang berwarna pink.

“permisi dek, bangku sebelahnya kosong ya?” tanya Onet ramah
“iya kak kosong, duduk sini saja” jawab ABG itu dengan senyum yang unyu unyu
“terimakasih” Onet pun duduk dengan mantab

Tidak lama kemudian, ABG tadi sebut saja Bunga, memperhatikan Onet dari atas sampai bawah tanpa berkedip. Awalnya Onet hanya melirik sekilas, dan kembali fokus dengan layar ponselnya. Tapi si Bunga dari tadi terus memperhatikan Onet secara mendetail.

“Maaf kak” sergah si Bunga
“iya dek, ada apa?”
“Kakak Oky Setiana Dewi ya?” tanya Bunga dengan ramah
Spontan Onet menjawab “Oh... bukan dek”
“ah..ga mungkin, kakak itu Oky Setiana Dewi aja” imbuh Bunga dengan nada yakin, tetap dengan senyumnya yang unyu-unyu
Onet pun mulai salting dan menjawab “Bukan dek, adek itu salah liat”
“ah ga mungkin, kakak itu kan beneran Oky Setiana Dewi”
“bukan adek, kakak ini bukan Oky setiana Dewi” jawab Onet dengan senyum getir
“aku tetep ga percaya, yang aku tau kakak ini Oky Setiana Dewi” jawab Bunga sambil mengeluarkan ponselnya dari saku tas nya
Beberapa detik kemudian...
“kakak ini Oky Setiana Dewi kan?” tanya nya sekali lagi untuk memastikan.
Onet sedikit kesal kemudian Onet menjawab “oh iya dek, kakak ini Oky Setiana Dewi”
“tuh kan bener, apa aku bilang, kakak itu Oky Setiana Dewi” jawab Bunga senang.
Onet pun senyum malu (iihh...amit amit)
“eits tunggu dulu kak” sergah Bunga
Onet melirik ke arah Bunga “ada apa dek??”
“tapi kok kakak ga mirip Oky Setiana Dewi ya??” statement Bunga polos dengan mata membesar

Huwaaaaaahh Gubraaaaaaakkkkk
Towewewewewewewewwww
%^&*%$#@@$^^%&^*^&^^$%$##!@!#%$^%&^&^*&*(&*&*^&%^%()()((**&^&%

*kemudian hening*.......tit...............................................

Jumat, 01 Maret 2013

Kuliah yang aneh

Well ini kisah gue sekitar 2 tahun yang lalu, ntah kenapa kalau gue inget kisah ini, jadi kenangan tersendiri buat gue...haha


Gua selalu bilang dan selalu merasakan, kalau di setiap hari di dalam hidup gua adalah hari-hari yang amazing dan mengejutkan. Banyak kejutan di hari-hari gua. Termasuk kejadian hari kemarin. Hari Selasa 25 Oktober 2011. Tepatnya di gedung G tercinta Fakultas gua, di kampus tempat gua kuliah pastinya. Dengan semangat berapi-api, gua datang ke kampus...ciiittttt (bunyi rem motor gua, sukses buat gua jadi pusat perhatian di parkiran gedung). Gua parkir si RnB dengan baik dan benar. Kemudian gua masuk ke gedung G. 

Sesampainya di G8, kelas gua kuliah, betapa terkejutnya gua setelah mendapati itu kelas sudah penuh manusia, gua lirik jam tangan ternyata masih jam 8 kurang 5, tapi kenapa kelas ini penuhnya udah kayak antrean konser dangdut?? Yang lebih na’asnya lagi, tempat duduknya sudah habis tak bersisa. Gua sempat berfikir untuk gelar tikar dan buka lapak di depan meja dosen, sambil kipas-kipas dan makan gorengan. Tapi pemikiran itu langsung gua depak dari kepala gua, gua takut lapak belum laku, Pol PP udah narik-narik gua layaknya terpidana kasus korupsi. Akhirnya gua dan beberapa orang temen gua yang bernasib tidak jauh beda dengan gua keluar dari kelas itu. Kesana kemari mencari kelas yang tidak berpenghuni, untuk meminjam kursinya. Gua jadi membayangkan, kalau Ayu Ting Ting berada di posisi gua dan teman-teman, mungkin dia bakal nyanyi kemana kemana kemana, ku harus mencari kursinya...

Hadeuh...pesrsis seperti orang yang minta sumbangan dan di tolak. Beberapa kelas tertutup, tandanya tidak ada harapan bagi kami untuk bisa meminjam kursi di kelas tersebut. Ada satu kelas terbuka, dan dengan penuh percaya diri, salah satu teman gua yang namanya rina masuk dan menghadap dosen yang sedang mengajar di kelas itu. Adu mulut pun terjadi, kenapa gua bilang ada mulut? Iya karena pada saat itu yang gua perhatikan adalah mulut rina dan mulut dosen gua. Kalau mereka menggerakkan anggota badan dalam berbicara, mungkin gua akan bilang mereka sedang baku hantam.  Gua tidak tahu apa yang mereka bicarakan, kalau hanya meminjam kursi saja kenapa jadi panjang urusannya, positive thinking gua, temen gua lagi berusaha melobi itu dosen untuk jadi pembimbing skripsinya..dan ternyata gua sotoy..hahahaha
Setelah adu mulut yang diakhiri dengan senyum nggak manis temen gua, kursi pun tidak diizinkan untuk dibawa.

Gua                        : gimana boleh diambil ga?
Rina                       : kagak boleh, lu nggak liat gua keluar ga nggak bawa kursi?
Gua                        : @#$%^&*&^^%%$
Rina                       : gua paling males yang kayak begini, kuliah nggak ada kursi!!
Gua                        : sama...padahal hari ini gua nggak kayak biasanya, gua udah dateng pagi, nggak                                 sarapan, apa lah.....
Rina                       : gua jadi males kuliah makul hari ini.
Gua                        : ??? *antara mengamini dan tidak ide briliant sohibah gua ini*

Tidak lama kemudian, gua denger  temen gua teriak ala tarzan...” cuy...kursi ambil di G 9, buruan”
Oh my God, tau nggak sih.. G 9 itu ada di lantai 2, naik tangga, dan biasanya itu kelas diisi dengan anak Matematika. Apes banget, pagi-pagi gua harus angkat-angkat kursi. Yang lebih parah lagi temen gua si Rina masih sempet-sempetnya take picture kejadian memilukan pagi itu.

Gua                        : wuy..ngapain lu? Sempet ya?
Rina                       : liat kamera donk... mau gua publish di blog nanti...
Gua                        : memalukan...

Well... rina menginspirasi gw, gw pun sempet nyengir pas dia ngambil gambar gw. Secara tidak sengaja, gw ngelirik ke sosok manusia di sebrang gw. Mampus gw, itu kk tingkat gw yg status Fbnya sering gw rusuhin dengan komen2 gaje gw. OMG dia senyum ngejek ke arah gw.
TAMAT